Bidang Kompetensi


Berita



SPICA: SISTEM PEMANTAUAN DAN INFORMASI CUACA ANTARIKSA

Cuaca antariksa menunjukkan kondisi di ruang antara bumi dan matahari. Cuaca antariksa meliputi matahari, ruang antara bumi dan matahari, serta bumi dan lingkungannya. Bermula dari matahari, benda antariksa yang paling menentukan kondisi cuaca antariksa. Dengan semburan energi dan partikel-partikelnya, matahari mampu menciptakan kondisi yang tidak menentu dan berdampak buruk bagi teknologi modern. Lapisan ionosfer yang terpapar radiasi ini akan mengalami perubahan yang mengakibatkan tergangunya komunikasi, baik komunikasi terestrial di bumi maupun komnikasi antara satelit ke bumi dan sebaliknya. Bukan hanya komunikasi, navigasipun akan merasakan dampak aktivitas matahari ini.

Bukan hanya itu, partikel matahari memberikan dampak yang tidak kalah buruknya terhadap bumi. Meskipun bumi memiliki magnetosfer sebagai tameng terhadap serangan partikel-partikel ini, tetapi begitu terjadi rekoneksi antara medan magnet bumi dengan medan magnet antarplanet, tidak ada lagi yang menghalangi masuknya partikel-partikel yang berenergi tinggi ini. Satelit, survey geomagnet, bahkan jaringan listrikpun akan terkena dampaknya.

Pusat Sains Antariksa, sebagai unit kerja yang memiliki kompetensi dan tugas di bidang sains antariksa tentu harus menjawab tantangan untuk melakukan mitigasi terhadap dampak yang merugikan akibat cuaca antariksa. Dilakukanlah penelitian dan pengembangan di bidang matahari, lingkungan antariksa, geomagnet dan magnet antariksa, serta ionosfer dan telekomunikasi, yang didukung oleh bidang teknologi pengamatan. Berbagai program dikembangkan, yang terintegrasi dalam program cuaca antariksa

Bidang Matahari dan Antariksa melaksanakan program penelitian fisika matahari untuk memahami perilaku matahari dan memprakirakan aktivitasnya, serta mempelajari fenomena matahari dan lingkungan antariksa yang berdampak pada bumi. Di samping itu, pengaruh aktivitas matahari pada orbit dan operasional satelit juga menjadi perhatian khusus. Isu sampah antariksa juga terus diteliti dan dikaji secara intensif.

Bidang Geomagnet dan Magnet Antariksa melakukan penelitian dan pemodelan yang berkaitan dengan magnetosfer dan medan magnet bumi. Pengaruh aktivitas matahari terhadap medan magnet bumi merupakan faktor penting untuk melakukan koreksi terhadap pengamatan medan magnet bumi.

Pengaruh aktivitas matahari terhadap dinamika di ionosfer, navigasi, dan komunikasi frekuensi tinggi HF, serta fenomena kopling di atmosfer merupakan program penelitian yang dilaksanakan oleh Bidang Ionosfer dan Telekomunikasi.

Adapun Bidang Teknologi Pengamatan melakukan penelitian dan kajian terhadap peralatan dan metode pengamatan antariksa serta mengembangkan sistem transfer data dan pembangunan basis data antariksa.

Untuk memonitor kondisi cuaca antariksa ini, Pusat Sains Antariksa melakukan pengamatan dengan menggunakan peralatan yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Pengamatan matahari dilakukan secara optik dan radio, dilakukan di Sumedang, Jawa Barat dan Watukosek, Jawa Timur. Pengamatan ionosfer dengan berbagai peralatan dan metode, yaitu dengan ionosonda, ALE, GISTM, Radio Beacon, radio HF, dilakukan tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia. Di beberapa lokasi di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara hingga Papua, baik di lokasi stasiun pengamatan milik Lapan sendiri, maupun bekerja sama dengan instansi maupun perguruan tinggi setempat. Kondisi magnetosfer dan medan magnet bumi diamati dengan magnetometer di sebelas lokasi, yang terbentang dari Indonesia bagian Barat sampai Indonesia Timur, bekerjasama dengan institusi dalam dan luar negri. Hampir semua data yang diperoleh di stasiun pengamatan dikirim ke Bandung dan diolah secara near real time melalui jaringan transfer data serta pengolahannya yang dibangun secara terintegrasi.

Pemantauan cuaca antariksa dilakukan oleh Pusat Sains Antariksa LAPAN sejak tahun 2009. Pemantauan ini dikembangkan untuk dapat dilakukan pemantauan secara terus menerus dan terintegrasi untuk menghasilkan informasi tentang cuaca antariksa dalam suatu sistem yang diberi nama Sistem Pemantauan dan Informasi Cuaca Antariksa (SPICA) yang telah diluncurkan pada tanggal 27 Januari 2014 dan diresmikan oleh Kepala LAPAN.


Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815



© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL